Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014

Kamis, 30 Januari 2014

sepak bola


Sepak bola

Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia.[1][2][3][4] Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.

Sejarah                          
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.

Posisi pemain
Penjaga gawang dalam sepak bola.
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, (fullbacks), 2-4 orang pemain tengah, dan 1-4 orang penyerang. Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain yang boleh menggunakan tangan untuk melindungi gawang dari serangan lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan memiliki tugas utama untuk menghentikan serangan lawan. Pemain tengah biasanya terdiri dari pemain tengah penyerang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan pemain bertahan. Penyerang memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total football Belanda dan Jerman Barat ).

Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.[11] Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.[11]
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.

Pelanggaran
Wasit sedang memberikan kartu kuning.
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .

Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.

Kejuaraan Internasional
Permainan sepak bola wanita.
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol).[15] Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF.[  Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.[19]

Sepak bola di Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia\ Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.[21] Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Sabtu, 18 Januari 2014

Timnas Voli Indonesia




 Selain sepakbola dan bulutangkis, bola voli indoor merupakan cabang olahraga yang paling banyak menyedot penonton pada setiap pergelaran Sea Games. Dalam setiap pesta olahraga Asean ini, aroma persaingan antara Indonesia dan Thailand sangat ketat. Berbeda dengan cabang bola basket yang selalu didominas oleh Filipina, hanya di Sea Games 1989 medali emas basket lepas ke Malaysia, selain itu emas merupakan jatah Filipina. Sedangkan Bola Voli khususnya putra  selalu memberikan aroma ketegangan antara Indonesia dan Thailand, disamping itu olahraga yang satu ini lebih seru dan memacu adrenalin dalam tensi yang tinggi. Dalam penyelenggaran Sea Games yang sudah sampai pada edisi ke-26  hanya sekali bola voli tidak diselenggarakan yaitu pada Sea Games ke-20 tahun 1999 di Brunei Darussalam.
Dalam tiga Sea Games terakhir untuk cabang olahraga bola voli indoor putra, Indonesia dua kali membawa pulang emas yaitu di Sea Games 2007 di Thailand dan Sea Games 2009 di Laos, sedangkan Thailand mencuri satu emas di Sea Games 2005 di Filipina.
Pada Sea Games 2005 di Manila, Filipina timnas bola voli Thailand sukses meraih emas setelah mengalahkan Indonesia 3-1 (23-25 25-21 25-19 25-18). Selanjutnya di Sea Games 2007 di Nakhon Ratchasima timnas bisa membawa pulang emas mengalahkan Vietnam di final, sedangkan Thailand hanya meraih perunggu. Terakhir di Sea Games 2009 Vientiane, Laos di grand final Indonesia ketemu musuh bubuyutannya Thailand, melalui pertarungan dramatis Indonesia unggul 3-2 (25-23 21-25 25-16 26-28  19-17) dilihat dari dari poin kelihatan sekali kedua negara punya kekuatan yang berimbang. Ini merupakan emas kedua beruntun Indonesia.
Tidak berlebihan jika PBVSI menargetkan bola voli indoor putra bisa hattrick emas di Sea Games 2011 ini. Apalagi iklim bola voli di Indonesia sedang semarak dengan bergulirnya proliga. Lawan terberat Indonesia datang dari Thailand. Pada dua kali kesempatan timnas bola voli kita ditumbangkan Thailand, masing-masing di kejuaraan antar klub Asia di Palembang kita kalah 1-3 dan kejuaraan Asia di Taheran kita kalah 0-3. Setidaknya ini menjadi tantangan bagi PBVSI yang dinilai gagal memperbaiki peringkat di kejuaraan Asia, dimana Indonesia duduk diperingkat 10 sebelumnya di kejuaraan Asia 2009 Indonesia duduk manis di posisi keenam.
Dua kali kekalahan dari tim negeri gajah putih semoga memacu adrenalin pemain kita untuk membalasnya nanti di kandang sendiri. Peluang terbuka lebar dengan dukungan ribuan suporter dan kekompakan saya yakin bola voly bisa hattrick emas dan menjaga tradisi emas bola voli.
Untuk bola voli indoor putri hasil perak di Sea Games 25 Laos lalu merupakan kejutan besar, pada Sea Games 26 Jakarta & Palembang PBVSI hanya menargetkan bisa mengulang prestasi meraih perak, memang sangat berat mengalahkan putri-putri gajah putih yang level kelasnya setingkat diatas kita.
Berikut skuad timnas bola voli indoor putra Indonesia terdiri atas Bagus Wahyu Ardyanto, Adi Sucipto, Andri, Affan Priyo Wicaksono, Antho Bertiawan, Mahfud Nurcahyadi, Ayip Rizal, Septio Hadi, Ramzil Huda, Agung Seganti, Rudi Tirtana, dan Veleg Dhani.
       Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), menjadwalkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Padepokan Bola Voli Sentul, dimulai 1 Januari 2013 mendatang.
"PP PBVSI mengajukan 48 atlet kepada Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama dan Muda untuk mengikuti Pelatnas. Jumlah itu akan diseleksi kembali, sebelum pelatnas dimulai pada 1 Januari 2013," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Heyzer Harsono, dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (26/10/2012).
Heyzer Harsono meminta Satlak Prima untuk memantau atlet yang dipersiapkan berlaga di SEA Games 2013 Myanmar. "Dari 48 nama yang sudah diserahkan itu jumlahnya masih 200 persen, nanti setelah melalui proses seleksi dan pada Januari 2013 jumlahnya mencapai 150 persen," katanya.
Sebagai salah satu sarana untuk memantau atlet, PP PBVSI akan mengirimkan atlet ke kejuaraan bola voli internasional di Dubai pada 2-9 November 2012.
"Kejuaraan bola voli itu menjadi salah satu acuan bagi PP PBVSI untuk memantau prestasi atlet. Saat ini persaingan bola voli berjalan ketat, karena itu diharapkan pebola voli Indonesia mampu meningkatkan prestasi sehingga menggapai prestasi puncak saat tampil di SEA Games 2013," tambahnya.
 Ayip Rizal dan kawan-kawan hanya mampu mempersembahkan medali perak setelah kalah dari Thailand pada final bola voli SEA Games 2013 di Zeyar Thiri Indoor Stadium, Naypitaw, Sabtu (21/12/2013). 
       Timnas Indonesia yang didominasi pemain junior ini harus menyerah dengan skor 3-0 (20-25, 17-25, 21-25). Meski kalah anak asuh Ibarsjah ini telah mampu memenuhi target yang dibebankan. "Thailand memang satu tingkat di atas kita. Mereka secara tim juga matang karena sudah bersama sejak 2007," kata Ibarsjah usai pertandingan. Meski mengalami kekalahan, kata dia, Agung Seganti dan kawan-kawan mempunyai prospek cukup bagus untuk ke depannya. Regenerasi yang dilakukan sudah mulai berjalan meski belum maksimal. Untuk itu tim yang ada saat ini diharapkan terus dipertahankan seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain. Pemusatan jangka panjang serta banyak ujicoba juga sangat diperlukan. "Tadi mental mereka masih kurang. Berbeda dengan lawan yang kelasnya sudah Asia, bahkan turun di kejuaraan dunia. Kita baru di sini-sini (SEA Games) saja," katanya menambahkan. Timnas Indonesia dipertandingan final sebenarnya mampu memberikan perlawanan terutama pada set pertama. Variasi serangan yang dimotori oleh bagus mampu diselesaikan oleh Ayip Rizal, Sigit maupun Putu Randu meski akhirnya menyerah 20-25. Pada set kedua permainan Indonesia sudah dibaca oleh Thailand. Serangan yang dibangun mampu dipatahkan oleh lawan. Kondisi ini membuat Ibarsjah memutar otak dengan memasukkan Aji Maulana untuk menggantikan Bagus. Namun upayanya tidak membuahkan hasil. Indonesia kembali menyerah 17-25. Pada set penentuan sebenarnya Timnas Indonesia menemukan ritme permainanannya. Namun, banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pemain membuat Putu Randu dan kawan-kawan harus kembali menyerah dengan skor 21-25. "Pemain sudah berusaha dengan keras. Namun mental mereka masih kurang sehingga harus diperbaiki. Tapi target masuk final sudah terpenuhi," kata pelatih klub Surabaya Samator itu. Sementara itu kapten Timnas Indonesia Ayip Rizal mengaku kurang puas terhadap kinerja yang dicapai. Apalagi keinginan untuk mempersembahkan medali emas belum bisa terealisasi. "Gagal lagi. Yang jelas team work kita kalah. Thailand lebih matang. Kami berharap tim ini dipertahankan demi hasil yang lebih baik untuk ke depan," katanya usai pertandingan. Hasil kurang memuaskan juga didapat oleh tim putri Indonesia. Maya Kurnia Indri dan kawan-kawan hanya mampu mempersembahkan medali perunggu.